Sore itu kau hadir dengan cahaya terang menyilaukan mata. Cahaya lampu itupun kedap kedip mengisyaratkan untuk bersinggah. Suara peluit diserukan untuk menanggapi isyarat lampumu. Seraya berkata diriku 'Bergegaslah sini sudah kusiapkan tempat terbaik untukmu'. Dengan tanpa kenal kusenang menyambutmu. Kau turun dengan anggun. Bibirmu menyimpul kedalam Seraya tersenyum kepadaku. Ku pandu engkau bercerita sambil duduk ditepian dermaga. Menikmati sunset yang kau sebut senja. Sesekali kusisipkan lantunan lagu, untuk menambah syahdunya sore itu. Dengan suara berat dan agak serak - serak basah, ku mulai lantunkan lagu. Sambil tesipu engkau pun berkata ' Suaramu bagus, seperti suara pelantun lagu bento '' Pikirku m...
Sebuah Jurnal Tentang Obrolan Dalam Kata - Kata.