Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

KAPAL SORE (Jilid 1)

Sore itu kau hadir dengan cahaya terang menyilaukan mata.  Cahaya lampu itupun kedap kedip mengisyaratkan untuk bersinggah. Suara peluit diserukan untuk menanggapi isyarat lampumu. Seraya berkata diriku 'Bergegaslah sini sudah kusiapkan tempat terbaik untukmu'. Dengan tanpa kenal kusenang menyambutmu. Kau turun dengan anggun. Bibirmu menyimpul kedalam Seraya tersenyum kepadaku. Ku pandu engkau bercerita sambil duduk ditepian dermaga. Menikmati sunset yang kau sebut senja. Sesekali kusisipkan lantunan lagu, untuk menambah syahdunya sore itu.              Dengan suara berat dan agak serak - serak basah,              ku mulai lantunkan lagu.              Sambil tesipu engkau pun berkata ' Suaramu bagus,               seperti suara pelantun lagu bento ''              Pikirku m...

Merawat Diri

Kukira memberi kebahagiaan terhadap orang lain adalah kesenangan diri. Tetapi hal tersebut adalah keterbalikannya yang dirasa. Cukup untuk hal tersebut terjadi, semakin kamu memberi, semakin kamu tak disegani dan bahkan terasingkan oleh sepi. Dan mulai sekarang kepercayaanku terhadap orang mulai luntur, bahkan mungkin hilang. Karena merawat kepercayaan itu mahal harganya. Paling terpenting saat ini adalah berdiri tegak sendiri bergegas menemukan kebahagian sendiri. Maka dari itu berkenalah secara wajar dengan semua orang yang kamu temui. Dan jadilah diri sendiri disetiap kondisi. Hidup harus dinikmati disetiap kondisi agar kamu tetap hidup. Dan antara kebutuhan, hobi, sytle (gaya) harus seimbang. Kalau boleh meminjam kata dari Ari Lesmana 4.20 (FourTwenty): "Bagi Semua Orang Yang Meragukanmu Dimasa Sekarang, Kelak Kita Akan Bertemu Dalam Satu Titik, Biar Kutunjukan Bagaimana Memanusiakan Manusia Secara Utuh Dengan Baik" Sekian, Salam #JURDIS Malang, 3 September 2019.

Apa Kabarmu??

Apa Kabarmu? Itu Yang Ku Tanyakan Saat Ini Sempat Berfikir Gelak Tawamu Adalah Cerminan Bahagiaku. Tetapi Aku Salah Mengartikan, Ternyata Gelak Tawamu Adalah Sesaat Untukku. Tetapi Perihal Apa Kabarmu?, Ku Hanya Ingin Tahu Saja. Bukan Tentang Hatimu Untuk Siapa Sekarang. Sekian, Salam #JURDIS Mlg, 3 Sepetember 2019

Sedianya

Sebuah puisi  "Sedianya'',  Ketika Awal Perjumpaan : Sedianya  ini hanya iseng belaka Entah apa yang membuat ini berlanjut Tidaklah salah, hati ini mulai terjerat Ingin coba melepas Apalah daya busur ini sudah tertancap                            Rasaku mungkin berlebihan                            Tetapi Anganku selalu berharap                             Hadirnya dirimu Akan setiap waktu                             Yakinlah untuk terbiasa                             Untukku dan untukmu''. - Malang ,2 April 2019

Bulat Kacamatamu

Bulat matamu, Bening bagai telaga Menyuarakan keindahan ditatapanmu Tetapi itu tersembunyi, dibalik bulatnya kacamatamu. Ku ingin engkau selalu memakainya Agar tidak salah atau Lupa Akan Harapan yang pernah menjadi janji -Malang, 11 Agustus 2019